• spanduk_kepala_01

Komentar: Didukung oleh Kebijakan Dalam Negeri dan Luar Negeri yang Menguntungkan, Ekspor PVC China Menawarkan Peluang yang Luas

Pada tanggal 1 April, pemerintah India mengumumkan pengurangan tarif impor polivinil klorida (PVC), polipropilen (PP), dan polietilen (PE) dari 7,5% menjadi 0%. Kebijakan ini secara resmi berlaku pada tanggal 2 April untuk jangka waktu sementara 3 bulan, dengan tujuan untuk meredakan inflasi domestik yang dipicu oleh konflik regional. (Pemberitahuan ini berlaku mulai 2 April 2026 hingga 30 Juni 2026.)

Pengecualian Tarif Impor Sementara untuk India: Membuka Peluang untuk Ekspor yang Lebih Cepat

Saat ini, Tiongkok merupakan produsen dan pemasok utama PVC yang paling stabil di dunia. Meskipun industri ini akan memasuki periode puncak pemeliharaan pabrik dari April hingga Juli tahun ini, pasokan pasar akan tetap stabil berkat persediaan sosial yang tinggi. Pasar PVC Tiongkok berada pada posisi yang tepat untuk memainkan peran yang tak tergantikan dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan regional.

Terdampak oleh konflik regional yang berkepanjangan, India telah bergulat dengan biaya energi yang tinggi, pasokan rantai industri yang tidak stabil, dan peningkatan risiko operasional di industri pengolahan dasar dan kimianya. Pada 1 April 2026, pemerintah India mengumumkan pembebasan sementara tarif impor untuk lebih dari 40 komoditas, termasuk resin PVC dan resin pasta, untuk mengurangi risiko pasokan pasar dan meredakan tekanan inflasi domestik.

Kebijakan ini secara efektif akan mengurangi biaya pengadaan impor bagi pedagang lokal India dan pelanggan hilir. Saat ini, PVC berbasis kalsium karbida dari Tiongkok tidak hanya memiliki pasokan yang cukup, tetapi juga memiliki keunggulan karena biaya dan harga globalnya yang rendah. Antusiasme pembelian India diperkirakan akan pulih dengan cepat dalam jangka pendek. Selain itu, April hingga Mei adalah musim puncak permintaan PVC di India, dan masih ada ruang yang cukup besar untuk pengisian kembali stok di pasar lokal setelah mencerna persediaan yang ada.

Penyesuaian Kebijakan Potongan Pajak Ekspor: Mendorong Pengiriman Ekspor PVC yang Lebih Cepat

Pada tanggal 8 Januari 2026, Kementerian Keuangan dan Administrasi Perpajakan Negara mengeluarkan pengumuman tentang penyesuaian kebijakan pengembalian pajak ekspor untuk produk fotovoltaik, PVC, dan barang lainnya, yang menetapkan pembatalan pengembalian pajak PPN ekspor untuk produk terkait mulai 1 April 2026. Ini berarti bahwa kuotasi ekspor PVC akan menghadapi peningkatan sekitar 13%, yang menyebabkan peningkatan signifikan dalam tekanan persaingan harga jangka panjang di pasar ekspor.

Dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap kebijakan ini, para pedagang PVC domestik dan asing telah melakukan perencanaan awal dan meningkatkan pengadaan sebelum kebijakan tersebut resmi diterapkan. Data dari Longzhong Information menunjukkan bahwa volume pesanan ekspor produsen PVC domestik mengalami peningkatan yang signifikan sejak pengumuman kebijakan hingga Festival Musim Semi.

Seiring dengan meningkatnya volume transaksi, harga pesanan ekspor PVC domestik juga naik secara stabil, melonjak dari titik terendah $540/ton FOB menjadi $620/ton FOB selama Festival Musim Semi. Namun, seiring dengan kenaikan harga yang tajam, laju penandatanganan pesanan ekspor sedikit melambat, yang menegaskan bahwaDaya saing harga adalah faktor inti yang memengaruhi perolehan pesanan di muka dan skala transaksi. – Keunggulan harga inilah yang memicu lonjakan pesanan ekspor PVC kali ini.

Pasar Ekspor yang Sangat Terkonsentrasi, India sebagai Destinasi Tradisional Utama

Pada Januari-Februari 2026, ekspor PVC Tiongkok sebagian besar ditujukan ke India, Asia Tenggara, dan Asia Tengah. Di antara ekspor tersebut, ekspor ke India mencapai sekitar 38% dengan harga FOB rata-rata sekitar $580/ton, yang pada dasarnya konsisten dengan harga pesanan rata-rata yang dipantau oleh Longzhong Information dari Desember 2025 hingga Januari 2026.

Data juga menunjukkan bahwa volume ekspor PVC China ke Timur Tengah melebihi 20.000 ton pada Januari-Februari, yang menyumbang lebih dari 3% dari total ekspor. Terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dampaknya terhadap ekspor PVC China secara keseluruhan relatif terbatas dalam hal volume ekspor.

DSC03811


Waktu posting: 03-Apr-2026